Pencarian
Jumat, 28 Juni 2013
Perempuan Kutai Timur pecahkan rekor MURI (2013)
Perempuan Kutai Timur menanam pohon masuk MURI
Sangatta (Antara) - Gerakan 4.200 Perempuan Kutai Timur Kalimantan Timur menanam pohon serentak di 8 kecamatan se-Kabupaten Kutai Timur, yang diprakarsai Tim PKK Kabupaten Kutai Timur, mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Selasa.
Piagam Meseum Rekor Indonesia (MURI) diserahkan perwakilan Muri, Sri Widayati mewakili direktur MURI Jaya Suprana dan diterima Bupati Isran Noor dan ketua panitia pelaksana pemrakarsa dan ketua Tim PKK Hj Norbaiti Isran, di lokasi kegiatan Jalan Soekarno Hatta Sangatta Utara.
Perwakilan Rekor MURI, Sri Widayati dalam sambutan singkatnya, mengatakan, perempuan Kutai Timur sangat pantas masuk Rekor MURI, karena melaksanakan suatu kegiatan yang istimewa, karena memang yang pertama dilakukan kaum perempuan dengan jumlah terbanyak, yakni 4.200 orang dengan menanam sebanyak 25.150 pohon berbagai jenis .
Istimewa kedua adalah gerakan ini tidak hanya penanaman saja, tetapi juga pemeliharaan secara terus menerus dan ini sesuatu yang juga luar biasa.
"Dengan kegiatan yang istimewa itulah, sehingga mewakili ketua MURI, saya mengumumkan sekaligus mengesahkan penanaman pohon sejenis trembesi oleh perempuan terbanyak 4.200 orang dan resmi kami catatkan di MURI sebagai yang ke 5.991," kata Sri Widayati.
Menurut dia, penilaian bukan jumlah pohon yang ditanam dan bukan peserta terbanyak yang menanam, tetapi peserta perempuan terbanyak di 8 kecamatan dan dilakukan serentak.
Piagam penghargaan dari MURI diserahkan Sri Widayati dengan diterima langsung Bupati Isran Noor dan pemrakarsa gerakan menanam perempuan serentak sekaligus ketua Tim PKK Kabupaten Hj. Norbaiti Isran.
Ketua Tim PKK Norbaiti Isran Noor mengatakan, aksi menanam pohon bukan kegiatan baru, namun setiap tahun dilakukan meski tidak serentak, sebagai dukungan perempuan terhadap program yang dicanangkan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Menurutnya, aksi perempuan menanam serentak memang baru kali ini di 8 kecamatan se-Kutai Timur dengan melibatkan 4.200 perempuan dari berbagai profesi, seperti PKK Kabupaten,PKK kecamatan, PNS, Organisasi Perempuan, dan masyarakat desa.
"Dengan mendapat pengakuan dan penghargaan dari MURI ini membuat kami semakin tertantang dan akan terus berbuat untuk ikut serta menjaga lingkungan dan menghijaukan bumi," katanya.
Dia menambahkan, aksi menanam pohon serentak di berbagai kecamatan dengan jumlah 25.150 pohon terdiri dari pohon trembesit dan pohon berbuah dengan rincian masing-masing, Sangatta Utara di pusatkan di Jalan Soekarno Hatta dan sepanjang 9 kilometer Kawasan Bukit Pelangi sebanyak 4.000 pohon jenis trembesit dan pohon berbuah.
Kemudian Sangatta Selatan dipusatkan di Teluk Prancis dengan menanam pohon bakau, Muara Wahau 1.900 pohon, Kongbeng 7.150 pohon, Rantau Pulung 8.000 pohon. Kecamatan Muara Bengkal 500 pohon, Sangkulirang 100 pohon, dan Kecamatan Sandaran dengan 500 pohon.
Sabtu, 23 Juni 2012
Sangatta - KOTA BATUBARA
Bagi Anda yang belum mengetahui Sangatta tentunya, mari saya perkenalkan dengan daerah yang Penghasilan/pendapatannya tertinggi nomor 2 di seluruh Indonesia (karena Batubaranya) setelah Papua oleh emasnya. Wah ternyata orang berduit isinya di daerah ini.
Sangatta terletak di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur dan kini Sangatta terbagi menjadi dua kecamatan yaitu Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Sangatta di duduki oleh masyarakat pendatang, dan kebanyakan dari pulau Sulawesi, Jawa, Sumatera dan Kalimantan Timur, Barat dan Selatan.
Sangatta Utara, merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak
di Kutai Timur, hal ini disebabkan karena kecamatan Sangatta Utara
adalah pusat pemerintahan dan perdagangan di Kutai Timur.
Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, penduduk Sangatta Utara
berjumlah 72.864 jiwa dengan rincian 40.176 jiwa laki-laki dan 32.688
jiwa perempuan dan rasio jenis kelamin sebesar 123.
Dan menurut data dari Pemerintahan setempat ada penambahan penduduk pendatang setiap tahunnya, minimal sebesar 500 jiwa karena peraduan mencari nafkah di sangatta. yang sebahagian besar penduduknya bekerja di salah satu pertambangan batubara terbesar di dunia yang bertempat di Sangatta.
- Kabupaten Kutai Timur, semula merupakan bagian dari kabupaten Kutai yang luasnya hampir sama dengan luas Jawa Timur.
- Curah hujan : 1.700-2.000 mm/tahun
- Klasifikasi lereng : > 20%
- Rata-rata kedalaman muka air tanah: 80 cm
- Ketinggian tanah 5-100 meter diatas muka air laut
Sarana sosial/kemasyarakatan
- Untuk menuju ke Sangata, dapat ditempuh melalui jalan darat dengan menggunakan mobil, atau melalui udara dengan menggunakan pesawat terbang. Apabila menggunakan mobil, diperlukan waktu lebih kurang satu jam perjalanan darat dari kota Bontang ke Sangata, empat jam dari Samarinda atau enam jam dari Balikpapan. Sedangkan kalau ditempuh melalui perjalanan udara dari bandara Sepinggan, Balikpapan, ke bandara Tanjung Bara, Sangata, memerlukan waktu satu jam.
- Bandara Tanjung Bara adalah bandara kecil milik perusahaan penambangan batubara PT KPC. Hanya ada satu pesawat yang melayani route Sepinggan – Tanjung Bara, pesawat kecil milik perusahaan tambang batubara PT KPC.
Batubara
Di Sangatta terdapat perusahaan penghasil batubara yaitu PT. Kaltim Prima Coal yang berdiri sejak tahun 1991. Perusahaan tambang ini memperkerjakan lebih dari 5000 karyawan dan lebih dari 10.000 karyawan kontraktor.
Kegiatan tambang batubara di pinggir kota Sangata di kelola oleh PT
KPC. Area penambangannya sangat luas dan merupakan tambang batubara
terbuka. Di area penambangan, terdapat beraneka macam kendaraan berat/'Raksasa dunia' sibuk
melakukan kegiatan penambangan. Excavator menggali, mengambil, kemudian
menumpahkan batubara ke dalam bak 'dump truck Raksasa' yang sudah siap menunggu.
Dump truck yang sudah penuh batubara kemudian berjalan menuju tempat
penampungan sementara di pelabuhan. Dari tempat penampungan sementara,
batubara dimasukkan ke dalam kapal pengangkut dengan menggunakan belt
conveyor. Kapal pengangkut yang sudah penuh batubara pergi meninggalkan
pelabuhan menuju tempat tujuan. Sebagian besar menuju ke luar negri,
menuju negara import.
Muatan kapal pengangkut cukup banyak. Untuk kapal ukuran kecil,
sekali angkut mencapai antara empat puluh ribu sampai delapan puluh ribu
ton. Konon, jumlah produksi penambangan batubara oleh PT KPC di Sangata
pada tahun 2007 mencapai sekitar 40 juta ton dan saat ini terus bertambah jumlahnya menuju 70 juta ton. Sebagian besar di export
dan sebagian kecil untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN.
Sebagai penambang batu bara besar milik keluarga Bakri, perusahaan
ini membangun komplek elit tempat hunian para karyawannya. Dengan
fasilitas yang lengkap, mewah, dan modern, fasilitas ini meliputi
perkantoran, perumahan, fasilitas olahraga, klinik kesehatan,
pendidikan, ibadah, dsb. Fasilitas olahraganya sangat lengkap, meliputi
lapangan tenis, badminton, bola voli, lapangan bola, kolam renang dan
lapangan golf. Bahkan bandara Tanjung Bara, juga berada dalam komplek
penambangan batubara PT KPC.
Kecamatan Sangatta Utara terdiri dari Kelurahan : Sangatta Utara, Swarga Bara, Singa Gembara, Teluk Lingga
SANGATTA SELATAN
Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, penduduk Sangatta Selatan
berjumlah 18.221 jiwa dengan rincian 9.783 jiwa laki-laki dan 8.438 jiwa
perempuan dan rasio jenis kelamin sebesar 116.
memiliki beberapa desa, yaitu : Sangkima, Sangkima lama, Sangatta Selatan, Singa Geweh.
Kaltim Prima Coal
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT. Kaltim Prima Coal adalah sebuah perusahaan berkelas Dunia yang penghasil batubara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Bumi Resources (Tbk). Perusahaan ini berlokasi di daerah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Kontribusi terbesar untuk Kutai Timur yang beribukota Sangatta, yang luas lahan konsesi tambangnya yang terbentang luas di 4 Kecamatan : Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Rantau Pulung.
Terobosan PT. Kaltim PRIMA Coal (KPC) Perusahaan Tambang kelas Dunia
Perusahaan Tambang Batubara yang satu ini merupakan tambang terbesar berkelas dunia. KPC bukan hanya menambang tetapi juga merupakan tempat menimba ilmu dari segala sisi, termasuk dibidang pertambangan itu sendiri terbuka bagi pelajar/mahasiswa dan masyarakat pada umumnya terutama masyarakat lokal setempat.
Langganan:
Postingan (Atom)